Keramik Jepang Sita Perhatian Publik Makassar, Guna mengenalkan keluhuran budaya dan etos kerja masyarakat Jepang kepada masyarakat Indonesia, Konsulat Jenderal Jepang di Makassar menggelar pameran keramik bergaya kontemporer di Hotel Imperial Aryaduta Makassar. Pameran yang dibuka pada Minggu (8/6) dan akan diadakan hingga 20 Juni tersebut dijubeli berbagai kalangan, dari pelajar, mahasiswa, seniman, eskekutif profesional, pengusaha, hingga birokrat.

Pameran itu diselenggarakan dalam rangka peringatan 50 tahun hubungan diplomatik RI-Jepang. "Silakan menyaksikan dari dekat karya seni dari negeri kami yang tentu saja dihasilkan dengan penuh perenungan, keuletan, ketelatenan, dan kerja keras," ujar Wakil Konsul Jepang, Shoku Matsuoka, dalam acara yang dibuka oleh Konsul Jenderal Jepang, Akira Goto.

Para pengunjung langsung mencermati 71 karya keramik dalam beragam bentuk, warna, dan corak. Karya-karya tersebut dihasilkan oleh 35 seniman aktif yang berasal dari tujuh daerah tradisional utama di Jepang. Motif keramik-keramik itu klasik dan dihasilkan dengan teknologi pembakaran modern. Nilai total keramik-keramik tersebut dan beaya mendatangkan karya-karya itu sekitar Rp20 miliar-Rp30 miliar.

Mewakili Arita dan Karatsu di Kepulauan Kyushu, misalnya, ditampilkan hasil kerja Imaizumi Masato, Inoue Yasunori, dan Nakasato Taki. Mereka menghasilkan karya-karya berupa piring dan mangkok. Dari Hagi, dipamerkan sejumlah karya yang kerap dipergunakan untuk upacara minum teh. Daerah tersebut diwakili oleh keramik-keramik bikinan Kaneta Masano, Miwa Kazuhiko, dan Yamato Tsutomo.

Dihadirkan pula karya-karya dari pusat budaya dan politik serta pusat kerajinan Jepang, yakni Kyoto Vicinity dan Tamba, di samping dari daerah-daerah kerajinan dan perniagaan Kutani, Kanazawa, Seto, Mino, Tokyo, dan Mashiko.

Nar

sumber : Kompas.com

0 komentar