Sekarang, tegakkanlah keinginan agung dan berdoalah untuk masa akan datang.
Sedikit saja ada kesalahan dari memfitnah dharma dan tidak percaya, tidak diragukan lagi pasti jatuh ke dalam benteng besar penderitaan yang tak terputus-putus. Sebagai umpama, kapal yang berlayar di laut. Sekalipun kapalnya tidak buruk, kalau dimasuki air, pasti kapal itu akan tenggelam dan penumpangnya akan sekaligus mati. Meskipun pematang sawah keras dan kuat, bila ada lubang semut, akhirnya air pasti tidak dapat tertampung.
Oleh karena itu, hendaknya menimba dan menghilangkan air keruh ketidakpercayaan maupun pemfitnahan dharma serta mengeraskan pematang hati kepercayaan. Kalau seseorang berdosa dangkal, dengan pengampunan dari kita, ia dapat memperoleh karunia kebajikan. Apabila kesalahannya berat, berilah dorongan semangat hati kepercayaan agar dapat menghapus dan memusnahkan dosa berat itu.
Sisipan :
Buddha melihat bahwa orang yang mempertahankan Saddharmapundarika-sutra dalam masyarakat ini, tanpa membedakan pria dan wanita, bhiksu dan bhiksuni, dapat sesuai untuk menjadi majikan seluruh umat manusia. Dan Dewa Brahma, Dewi Indra juga menghormati orang itu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








Posting Komentar